Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Modern kepada Peserta PENAS Petani Nelayan XVII

paripurna.co.id Gorontalo – Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Kementerian Pertanian, Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., M.A.B., menegaskan pentingnya penerapan teknologi pertanian modern serta penggunaan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.

Menurut Tedy, saat ini telah tersedia berbagai varietas unggul baru yang bersifat genjah atau memiliki masa tanam lebih singkat sehingga dapat dipanen lebih cepat dibandingkan varietas pada umumnya. Selain itu, varietas tersebut memiliki produktivitas tinggi dan mampu menghasilkan lebih dari 10 ton per hektare apabila dibudidayakan dengan teknologi yang tepat.

Ia menjelaskan, salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah sistem tanam benih langsung (Tabela). Metode ini dinilai lebih efisien dan berpotensi meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani di Gorontalo maupun peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII dari seluruh Indonesia,” kata Tedy, Kamis (18/06/2026).

Menurutnya, peserta PENAS Petani Nelayan merupakan petani-petani andalan atau champion dari berbagai daerah di Indonesia yang diharapkan dapat melihat secara langsung berbagai inovasi dan teknologi yang diterapkan di sektor pertanian maupun perikanan.

“Para peserta PENAS Petani Nelayan merupakan tokoh-tokoh atau champions petani dari seluruh Indonesia yang diharapkan dapat melihat langsung dan mengadopsi berbagai inovasi teknologi pertanian maupun perikanan,” ujarnya.

Tedy menjelaskan, teknologi yang ditampilkan tidak hanya terbatas pada komoditas padi, tetapi juga mencakup budidaya jagung, kedelai, kacang hijau, serta sektor perikanan melalui penerapan teknologi bioflok. Teknologi tersebut memungkinkan peningkatan kepadatan populasi ikan dalam kolam sehingga mampu menghasilkan panen yang lebih tinggi.

Ia menambahkan, pada setiap petak demonstrasi, masyarakat dan peserta dapat melihat sekaligus mempraktikkan secara langsung teknologi yang diperkenalkan dengan pendampingan para ahli yang disiapkan Kementerian Pertanian.

Lebih lanjut, Tedy menyampaikan bahwa sejak 1 Januari 2026 seluruh penyuluh pertanian berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Kebijakan tersebut bertujuan mempercepat transfer inovasi dan teknologi kepada petani di seluruh Indonesia.

Untuk memastikan para penyuluh selalu mengikuti perkembangan teknologi terbaru, Kementerian Pertanian menerapkan program pembelajaran rutin setiap pagi yang difokuskan pada transfer inovasi hasil penelitian dan rekayasa teknologi pertanian.

“Penyuluh menjadi jembatan antara para peneliti, perekayasa teknologi, dan petani sehingga inovasi yang dihasilkan benar-benar sampai dan diterapkan di lapangan,” jelasnya.

Tedy juga menyampaikan optimisme terhadap ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemerintah terus mendorong penguatan produksi pertanian setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat inovasi, pelatihan, dan pendampingan teknologi guna menjaga serta mempertahankan swasembada pangan secara berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komentar