Gorontalo – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak serta memberikan perlindungan terbaik sebagai upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Ajakan tersebut disampaikan Sofyan saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 yang digelar di Taman Limboto, Rabu (22/07/2026).
Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.
“Momentum ini harus menjadi gerakan nyata yang melibatkan pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, dunia usaha, media massa, masyarakat, hingga anak itu sendiri sebagai subjek sekaligus pelaku pembangunan,” ujar Sofyan.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN 2026 menjadi pengingat penting agar seluruh pihak memastikan anak-anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Gorontalo, memperoleh hak-haknya secara utuh, terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Sofyan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus memperkuat penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui berbagai inovasi. Salah satunya melalui Program MARIYAM GO (Mari Lindungi dan Sayangi Perempuan dan Anak Gorontalo) yang di dalamnya terdapat Gerakan Anak Hebat sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Menurutnya, program tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan anak memperoleh hak di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi.
Ia juga menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak, sehingga peran orang tua sangat menentukan masa depan mereka.
Selain itu, Sofyan mengingatkan pentingnya mempersiapkan Generasi Emas 2045 melalui kebijakan yang terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, anak-anak saat ini merupakan calon pemimpin bangsa yang harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, unggul, berkarakter, serta memiliki nilai moral yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Sofyan turut memaparkan implementasi Konvensi Hak Anak di Indonesia yang mencakup lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta kegiatan budaya, dan perlindungan khusus.
Ia juga mengapresiasi berbagai upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam memperkuat Forum Anak, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Satuan Pendidikan Ramah Anak, Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas, hingga Rumah Ibadah Ramah Anak.
Pada kesempatan tersebut, Sofyan menyampaikan rasa bangganya karena Kabupaten Gorontalo berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat nasional dengan predikat Madya. Selain itu, Forum Anak For Hulondalo Kabupaten Gorontalo juga aktif berpartisipasi dalam Forum Anak Nasional serta dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Menutup sambutannya, Sofyan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang semakin ramah anak. Ia juga berpesan kepada anak-anak agar terus belajar dengan tekun, menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan yang baik, serta berani meraih cita-cita.
“Jangan takut bermimpi dan berkarya. Kalian adalah kebanggaan Kabupaten Gorontalo dan harapan masa depan bangsa,” pesannya.
Sofyan turut menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pendidik, TP PKK, organisasi masyarakat, pemerhati anak, serta seluruh pihak yang selama ini berdedikasi dalam memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan anak di Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.







Komentar