Gorontalo Utara – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS) mengevaluasi layanan obat menyusul keluhan pasien peserta BPJS yang harus menebus resep di luar rumah sakit.
Evaluasi dilakukan setelah muncul kasus pasien yang mengeluarkan biaya sekitar Rp165 ribu untuk obat, namun menerima penggantian sekitar Rp31 ribu.
Penanggung Jawab Pengaduan (PJ Aduan) Layanan RSUD ZUS, Rostina Sunge, mengatakan persoalan tersebut sedang ditelusuri bersama sejumlah bagian terkait, termasuk keuangan, penunjang, dan Instalasi Farmasi.
“Setelah ada keluhan, kami langsung berkoordinasi dengan bagian terkait untuk melihat ketersediaan obat sekaligus memastikan proses penggantian sesuai aturan yang berlaku,” kata Rostina, Kamis (24/09/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran BLUD menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan kebutuhan obat di rumah sakit. Anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk obat, tetapi juga membiayai berbagai kebutuhan operasional dan pelayanan lainnya.
Mengenai besaran penggantian biaya, Rostina menegaskan bahwa nominal yang dibayarkan rumah sakit tidak selalu sama dengan uang yang dikeluarkan pasien saat membeli obat di apotek luar.
“Penggantian mengikuti acuan formularium rumah sakit dan harga yang tercantum dalam E-Katalog. Jadi, nilai klaim tidak otomatis sama dengan harga yang dibayar pasien di luar,” jelasnya.
Menurut dia, perbedaan harga antara apotek luar dan acuan rumah sakit dapat menyebabkan adanya selisih nilai penggantian.
“Karena itu, pembayaran disesuaikan dengan ketentuan dan harga yang menjadi acuan rumah sakit, bukan semata-mata berdasarkan jumlah yang dibayarkan pasien,” ujarnya.
Manajemen RSUD ZUS kini berupaya memperbaiki sistem pengadaan agar kebutuhan obat lebih tersedia di rumah sakit. Informasi kepada pasien mengenai ketersediaan obat dan mekanisme pelayanan juga akan diperjelas.
Rostina berharap dukungan terhadap kebutuhan anggaran rumah sakit dapat diperkuat sehingga pemenuhan obat berjalan lebih optimal. Evaluasi layanan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.






Komentar