Gorontalo – Pendangkalan dan mengeringnya sejumlah bagian Danau Limboto akibat kemarau berkepanjangan membuat nelayan di kawasan Pentadio, Kabupaten Gorontalo, kesulitan menjangkau lokasi penangkapan ikan.
Persoalan tersebut ditinjau langsung Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo yang dipimpin Ketua Komisi III, Espin Tulie, saat melakukan monitoring di kawasan Pentadio, Rabu (07/10/2026).
Dalam pertemuan dengan warga, nelayan mengeluhkan terputusnya jalur perahu yang biasa menghubungkan Pentadio dengan Kelurahan Dembe. Kondisi ini membatasi ruang gerak mereka untuk mencari ikan, sementara akses baru yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) belum rampung.
Espin mengatakan, persoalan tersebut membutuhkan penanganan karena berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan.
“Nelayan berharap jalur perahu bisa kembali dibuka agar mereka dapat menjangkau lokasi yang masih memiliki ikan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia mengakui pekerjaan akses baru telah dilakukan BWS, tetapi penyelesaiannya masih terkendala. Karena itu, DPRD ingin memastikan perkembangan pekerjaan sekaligus mendorong langkah konkret bagi nelayan.
Komisi III berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak terkait untuk membahas kondisi akses, progres pekerjaan, serta alternatif penanganan yang dapat dilakukan.
“Kami tidak ingin aspirasi ini berhenti pada kunjungan lapangan. Melalui RDP, kami akan meminta kejelasan dan mencari solusi agar nelayan kembali memiliki akses untuk beraktivitas,” tegas Espin.
DPRD berharap koordinasi dengan instansi terkait dapat mempercepat penanganan persoalan tersebut, sehingga nelayan di Pentadio Barat dan sekitarnya tidak terus terbebani oleh keterbatasan akses menuju Danau Limboto.













Komentar