Gorontalo – Sektor pertanian dinilai membutuhkan perhatian serius dan dukungan nyata dari pemerintah, tidak hanya dalam meningkatkan produktivitas dan hasil panen, tetapi juga menjamin kesejahteraan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mulyo Jaya Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Gunawan, SH., menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus dibarengi dengan penguatan infrastruktur, kemudahan akses sarana produksi, penerapan teknologi modern, perlindungan terhadap risiko gagal panen, serta kebijakan pemasaran yang berpihak kepada petani.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian.
Gunawan mengatakan, pertanian memiliki peran sentral dalam menopang perekonomian dan menjamin ketersediaan pangan. Karena itu, peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga stabilitas harga serta memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan aktivitas usaha tani.
“Pertanian bukan hanya soal menghasilkan pangan, tetapi juga bagaimana petani bisa hidup sejahtera. Pemerintah perlu memberikan perhatian menyeluruh agar petani memiliki kepastian dalam berproduksi dan memperoleh hasil yang layak,” ujarnya.
Ia menilai, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan. Infrastruktur berupa jaringan irigasi, akses jalan menuju lahan pertanian, hingga ketersediaan listrik di pedesaan dinilai berpengaruh langsung terhadap efisiensi produksi dan distribusi hasil panen.
“Infrastruktur yang memadai akan memudahkan petani dalam mengelola lahan, mengurangi biaya produksi, serta memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pasar,” jelasnya.
Selain infrastruktur, Gunawan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi petani. Penguasaan teknik pertanian modern, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengelolaan sumber daya alam secara tepat dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Ia juga menyoroti persoalan ketersediaan sarana produksi, terutama pupuk, benih, dan pestisida yang menjadi kebutuhan utama petani. Menurutnya, kebijakan subsidi harus dilaksanakan secara tepat sasaran agar mampu meringankan beban biaya produksi.
“Petani membutuhkan kemudahan dalam memperoleh sarana produksi dengan harga terjangkau. Subsidi harus benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” tegas Gunawan.
Dalam upaya meningkatkan hasil produksi, ia turut mendorong pemerintah memperkuat penelitian dan pengembangan varietas tanaman unggul yang produktif serta tahan terhadap serangan hama dan perubahan kondisi lingkungan.
Menurutnya, inovasi di bidang pertanian menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Gunawan juga menilai perlindungan terhadap petani dari risiko gagal panen perlu mendapat perhatian melalui penerapan sistem asuransi pertanian. Skema tersebut dinilai dapat memberikan jaminan finansial ketika petani menghadapi bencana alam, serangan penyakit tanaman, maupun risiko lain yang berpotensi mengakibatkan kerugian.
“Petani perlu mendapatkan perlindungan terhadap berbagai risiko yang tidak bisa mereka kendalikan. Dengan adanya asuransi pertanian, petani akan memiliki rasa aman dan keberanian untuk mengembangkan usaha taninya,” ungkapnya.
Di sisi pemasaran, Gunawan mendorong pemanfaatan platform digital sebagai sarana memperluas akses pasar bagi produk pertanian. Menurutnya, pemasaran elektronik dapat membuka peluang bagi petani untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus memperoleh harga jual yang lebih kompetitif.
“Pemanfaatan teknologi digital harus mulai diperkuat. Petani perlu diberikan akses dan pendampingan agar hasil pertanian dapat dipasarkan secara lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada jalur pemasaran konvensional,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan ketahanan pangan dan pengendalian harga juga perlu dilakukan secara terukur. Pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen, melalui pengelolaan stok pangan, distribusi yang efektif, serta kebijakan harga yang stabil.
Tak hanya aspek produksi dan pemasaran, Gunawan menekankan pentingnya program kesejahteraan yang menyentuh kehidupan petani dan keluarganya. Bantuan ekonomi, akses layanan kesehatan, serta dukungan pendidikan bagi anak-anak petani dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian.
“Peningkatan kesejahteraan petani harus menjadi perhatian bersama. Ketika petani mendapatkan kehidupan yang lebih baik, mereka akan semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Praktik pertanian ramah lingkungan, perlindungan lahan, serta pemanfaatan sumber daya secara bijaksana perlu diterapkan agar sektor pertanian tetap produktif dalam jangka panjang.
Gunawan berharap pemerintah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan pertanian yang berorientasi pada produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Pertanian yang kuat harus dibangun dari petani yang sejahtera. Dengan dukungan dan kebijakan yang tepat, kita optimistis sektor pertanian mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya.














Komentar