51 Rumah Terendam Banjir Bandang, Warga Totopo Desak Perbaikan Tanggul Sungai

paripurna.co.id Gorontalo – Banjir bandang yang kembali melanda Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, Selasa (30/12/2025) malam, tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memicu tuntutan masyarakat agar pemerintah segera memperbaiki tanggul Sungai Totopo secara permanen. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 51 rumah warga dilaporkan terendam banjir, dengan ketinggian air bervariasi.

Akibat luapan Sungai Totopo yang terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 20.15 WITA, warga tidak sempat menyelamatkan sebagian besar barang berharga dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kerusakan parah pada tanggul Sungai Totopo disebut sebagai penyebab utama banjir bandang tersebut. Tanggul yang dibangun pada April 2025 itu dilaporkan jebol dan hanyut karena hanya berupa tanggul darurat dari timbunan tanah dan karung pasir, sehingga tidak mampu menahan debit air sungai yang meningkat drastis saat hujan deras.

Tokoh masyarakat Desa Totopo, Masykur Salam, mengungkapkan kondisi tanggul yang rawan jebol sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga. Bahkan, kata dia, proposal pembangunan tanggul permanen telah diajukan sejak dirinya masih menjabat sebagai kepala desa, namun hingga kini belum terealisasi.

“Setiap hujan deras, warga selalu dihantui rasa takut. Tanggul ini sudah sering rusak dan jebol, tapi belum ada perbaikan permanen dari pemerintah,” ujar Masykur, Kamis (01/01/2026).

Pasca banjir yang merendam 51 rumah warga tersebut, masyarakat Desa Totopo mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Warga meminta pembangunan tanggul permanen dan normalisasi Sungai Totopo agar banjir bandang tidak terus berulang setiap tahun.

“Sudah berkali-kali kami jadi korban. Kali ini 51 rumah terendam. Kami minta pemerintah jangan hanya datang melihat, tapi segera bangun tanggul yang kuat,” katanya.

Selain perbaikan tanggul, warga juga meminta adanya perhatian serius terhadap penanganan pascabencana. Hingga kini, sebagian warga masih membersihkan sisa lumpur dan material banjir secara mandiri.

Hingga kini, warga masih menunggu respons konkret dari pemerintah daerah terkait penanganan banjir bandang dan rencana perbaikan tanggul Sungai Totopo. Mereka berharap aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti agar bencana serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Komentar