Gorontalo – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, memanfaatkan masa reses persidangan dengan turun langsung menemui masyarakat di Desa Padengo dan Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kamis (05/02/2026).
Kunjungan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan warga untuk membahas persoalan infrastruktur serta kebutuhan sektor pertanian.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, warga menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai mendesak dan berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Salah satu usulan utama adalah pembangunan saluran drainase di beberapa titik permukiman yang kerap tergenang air saat musim hujan.
Perwakilan warga Desa Padengo mengungkapkan bahwa genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan lingkungan.
“Kalau hujan deras, air sering meluap dan masuk ke halaman rumah. Kami berharap ada pembangunan drainase agar lingkungan lebih tertata dan tidak terjadi genangan lagi,” ujar salah seorang warga saat dialog berlangsung.
Selain persoalan infrastruktur, masyarakat Desa Haya-Haya juga menyoroti kebutuhan alat pertanian, khususnya bantuan hand traktor. Menurut warga, sebagian besar penduduk menggantungkan hidup pada sektor pertanian, namun keterbatasan alat modern menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas.
“Kami masih banyak menggunakan peralatan manual. Kalau ada bantuan hand traktor, tentu sangat membantu mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan hasil panen,” kata seorang petani setempat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ghalieb menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
“Reses adalah momentum penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Seluruh masukan ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan di tingkat provinsi,” tegas Ghalieb.
Ia menjelaskan, usulan pembangunan drainase akan dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait agar dapat masuk dalam skala prioritas perencanaan pembangunan. Sementara untuk bantuan hand traktor, pihaknya akan mendorong agar dapat diakomodasi melalui program bantuan sektor pertanian yang tersedia di pemerintah provinsi.
“Kami akan kawal agar aspirasi ini tidak berhenti di forum dialog saja. Harapannya, apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat bisa terakomodasi melalui mekanisme penganggaran yang ada,” ujarnya.
Ghalieb juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi agar pembangunan dapat berjalan terarah dan tepat sasaran. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.







Komentar