Gorontalo Utara – Dugaan muatan politis dalam kegiatan pembagian makan bergizi gratis di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, akhirnya dijawab oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kwandang, Yayasan Rumah Nurul Ilm, Wardio Detuage.
Seperti diketahui, dalam kegiatan tersebut, makanan bergizi gratis diberikan kepada anak-anak sekolah dalam bingkisan atau tas berwarna kuning, yang identik dengan salah satu partai politik (parpol) pengusung calon bupati dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gorontalo Utara.
Menanggapi hal itu, Wardio menegaskan bahwa pemilihan tas bewarna kuning tersebut bukan karena unsur politik, melainkan semata-mata berdasarkan stok yang tersedia dari suplier.
Wardio mengatakan, pihaknya awalnya berencana menggunakan tas berwarna biru muda sesuai dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, karena stok yang tersedia di pasaran tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 3.000 siswa, pihaknya akhirnya memilih tas kuning sebagai alternatif.
“Kami sebenarnya mengikuti arahan BGN untuk memakai tas biru muda, tetapi stoknya tidak cukup untuk jumlah yang kami butuhkan. Karena itu, kami menyesuaikan dengan apa yang tersedia di suplier,” jelasnya.
Wardio juga menegaskan tidak ada kepentingan politik dalam keputusan tersebut, melainkan hanya pertimbangan teknis dan operasional demi kelancaran distribusi makanan bergizi.
“Dalam pengadaan tas ini, tidak ada unsur politik sama sekali. Ini murni untuk memenuhi kebutuhan teknis dan operasional,” ucapnya.
Untuk menghindari polemik serupa di masa mendatang, pihaknya berencana mengganti tas kuning dengan tas kresek transparan dalam pendistribusian makanan bergizi berikutnya.
“Ke depannya, kami akan menggunakan tas kresek transparan agar lebih netral dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tandasnya.







Komentar