Gorontalo – Aliran air yang biasanya menghidupi sawah dan ladang warga tiba-tiba terhenti. Talang irigasi yang menjadi nadi pertanian di Desa Bina Jaya, Kecamatan Tolangohula, rusak parah setelah diterjang banjir, membuat petani diliputi kekhawatiran akan ancaman gagal panen.
Kondisi itu mendorong sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dari daerah pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Gorontalo B turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (04/02/2026). Rombongan yang terdiri dari Manaf Hamzah, Usman Tahir Rajak, Venny Anwar, Syarifudin Bano, dan Sun Biki tiba sekitar pukul 12.00 WITA dan langsung melihat kerusakan talang air dari dekat.
Talang tersebut selama ini berfungsi sebagai jalur utama distribusi air dari sumber irigasi menuju lahan pertanian warga. Setelah diterjang banjir, sebagian struktur patah dan runtuh sehingga aliran air tidak lagi dapat mengalir secara normal. Dampaknya, petani kesulitan mengairi sawah dan ladang mereka.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan permohonan agar pemerintah segera memberikan bantuan perbaikan. Warga menilai talang air tersebut merupakan fasilitas vital yang menopang aktivitas pertanian sekaligus sumber penghidupan utama masyarakat desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, para anggota DPRD menyatakan akan segera menindaklanjutinya melalui mekanisme yang berlaku. Mereka menegaskan hasil peninjauan lapangan akan dibawa ke pembahasan bersama pihak terkait.
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari upaya wakil rakyat menyerap aspirasi secara langsung sekaligus memastikan persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat dapat segera ditangani. Pemerintah daerah diharapkan dapat memprioritaskan perbaikan talang air tersebut agar sistem pengairan kembali normal dan aktivitas pertanian warga tidak terganggu lebih lama.












Komentar