Gorontalo – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjamin keamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Otanaha 2026 di Lapangan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Gorontalo, Kamis (12/03/2026).
Apel tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi vertikal. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan dan ditandai penyematan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya pengamanan.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, disebutkan bahwa operasi ini menjadi bentuk kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus wujud komitmen bersama menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Operasi akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan.
Selain pengamanan lalu lintas, aparat juga difokuskan pada pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok serta BBM, termasuk mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, balap liar, dan potensi konflik sosial.
Thomas Mopili menegaskan, dukungan DPRD terhadap operasi tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026. Sinergi semua pihak menjadi kunci agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal, sehingga mobilitas masyarakat selama Lebaran tetap lancar dan kondusif. Apel kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama sebagai simbol memperkuat kebersamaan antarinstansi.







Komentar