Gorontalo – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan Sekolah Garuda di Desa Botuwombato, Kabupaten Gorontalo Utara, guna memastikan kesiapan lahan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, para legislator meninjau kondisi lapangan yang direncanakan menjadi bagian dari program nasional di sektor pendidikan. Selain itu, mereka juga berdialog dengan warga yang selama ini mengelola lahan tersebut sebagai sumber penghidupan.
Anggota Komisi I, Umar Karim, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan berada di kawasan perbatasan Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara. “Lahan yang direncanakan mencakup tiga desa, yakni Botuwombato, Pontolo Atas, dan Motilango, dengan luas sekitar 20 hektare,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait status dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat. “Warga menyampaikan kekhawatiran karena lahan tersebut merupakan sumber mata pencaharian mereka, sehingga mereka berharap aktivitas pertanian tidak terganggu,” kata Umar.
Menanggapi hal itu, Komisi I menegaskan akan mengedepankan pendekatan solutif agar kepentingan masyarakat tetap terlindungi tanpa menghambat program pemerintah. DPRD, kata Umar, akan memfasilitasi komunikasi antara warga dan pihak terkait.
Sebagai tindak lanjut, Komisi I berencana menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk merumuskan langkah strategis. “Kami ingin memastikan keputusan yang diambil adil dan tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, sehingga rencana pembangunan Sekolah Garuda dapat berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Gorontalo.













Komentar