Gorontalo – Kondisi galian jalan di ruas Trans Sulawesi, tepatnya di sekitar simpang empat Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, hingga Sabtu (09/05/2026) pagi belum juga dilakukan pengaspalan kembali.
Berdasarkan pantauan Paripurna di lokasi sekitar pukul 08.53 WITA, badan jalan yang sebelumnya digali untuk pekerjaan perbaikan masih tampak terbuka dan belum ditutup secara permanen dengan lapisan aspal.
Di lokasi terlihat hanya terdapat rambu-rambu sederhana di sekitar area pekerjaan. Sementara permukaan jalan tampak tidak rata dan masih menyisakan bekas galian pada sejumlah titik di badan jalan.
Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan karena lokasi berada di jalur Trans Sulawesi yang padat dilalui kendaraan, terutama pada malam hari.
Sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal di lokasi tersebut pada Kamis (07/05/2026) malam. Pengendara diduga kehilangan kendali saat melintasi area galian jalan ketika berupaya menghindari kendaraan lain.
Tokoh masyarakat Desa Botumoputi, Sarton Rahim, juga sebelumnya meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Gorontalo segera melakukan penanganan maksimal karena kawasan simpang empat Botumoputi dinilai sudah lama rawan kecelakaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BPJN Provinsi Gorontalo, Maryam Yunus, sebelumnya menjelaskan bahwa ruas jalan Molingkapoto-Isimu saat ini tengah dilakukan pekerjaan penambalan jalan (patching) yang diawali dengan perbaikan lapis pondasi kelas A (LPA).
Menurutnya, material LPA harus mencapai tingkat kepadatan tertentu sebelum dapat dilakukan pengaspalan sesuai spesifikasi Bina Marga.
Namun demikian, sejumlah pertanyaan lanjutan terkait aspek keselamatan pengguna jalan hingga kini belum mendapat penjelasan dari pihak BPJN.
Media ini telah berupaya meminta tanggapan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) 2 BPJN Provinsi Gorontalo, Jemmy Dunda, melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon.
Dalam konfirmasi tersebut, media mempertanyakan apakah pihak Kasatker mengetahui kondisi galian jalan yang dikeluhkan warga, alasan galian belum juga diaspal meski berada di jalur padat lalu lintas, hingga apakah pemasangan rambu peringatan saja dianggap cukup untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, media juga meminta penjelasan terkait apakah telah dilakukan evaluasi atau audit keselamatan jalan pasca kecelakaan di lokasi pekerjaan, target penyelesaian pengaspalan, hingga pihak yang akan bertanggung jawab apabila kembali terjadi kecelakaan di titik yang sama.
Media ini juga mempertanyakan alasan sejumlah pertanyaan lanjutan terkait keselamatan publik sebelumnya tidak lagi mendapat respons dari pihak PPK.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Jemmy Dunda belum memberikan tanggapan atas seluruh pertanyaan yang diajukan awak media.













Komentar