Gorontalo – Ruas Jalan Trans Sulawesi di kawasan simpang empat Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah titik jalan yang baru diperbaiki pada Mei 2026 dilaporkan kembali mengalami kerusakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik pada badan jalan yang sebelumnya telah dilakukan penambalan lubang (patching) tampak kembali berlubang dan mengalami kerusakan pada permukaan aspal. Kondisi tersebut memicu keluhan warga dan pengguna jalan karena pekerjaan perbaikan baru dilakukan sekitar satu bulan lalu.
“Baru sebulan diaspal sudah rusak,” ujar seorang warga di sekitar lokasi, Selasa (23/06/2026).
Kerusakan yang kembali muncul dalam waktu singkat menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat ruas tersebut merupakan bagian dari jalur utama Trans Sulawesi yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.
Warga menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Mereka berharap dilakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan, termasuk metode perbaikan serta kondisi teknis di lapangan yang diduga memengaruhi ketahanan hasil pekerjaan.
Diketahui, pada Mei 2026 lalu telah dilakukan pekerjaan penambalan lubang di ruas Jalan Molingkapoto-Isimu, tepatnya di kawasan simpang empat Botumoputi. Namun, kondisi terkini menunjukkan sejumlah titik yang telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan sehingga menimbulkan pertanyaan publik mengenai kualitas dan daya tahan hasil pekerjaan tersebut.
Terkait hal itu, media ini telah berupaya meminta klarifikasi kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Gorontalo melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1, Maryam Yunus, serta Kepala Satuan Kerja (Kasatker) 2, Jemmy Dunda, melalui pesan dan panggilan WhatsApp.
Konfirmasi yang diajukan media ini antara lain menyangkut pengetahuan BPJN terkait kerusakan yang kembali terjadi, penyebab munculnya kerusakan dalam waktu relatif singkat setelah pekerjaan patching dilakukan, rencana perbaikan lanjutan, serta langkah yang akan ditempuh untuk menjamin kualitas pekerjaan agar kerusakan serupa tidak kembali terulang.
Namun hingga berita ini diterbitkan, kedua pejabat tersebut belum memberikan tanggapan maupun penjelasan resmi terkait kerusakan yang kembali terjadi pada ruas Jalan Molingkapoto-Isimu tersebut.







Komentar