Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong pengelolaan zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial, tetapi diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi dan kemandirian masyarakat.
Hal itu disampaikan Sofyan saat menghadiri Launching Produk UMKM yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan program pendidikan dan kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Kompleks Gudang Kacang Tanah, Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Selasa (15/09/2026).
Sofyan mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Gorontalo yang dinilai konsisten menyalurkan zakat untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Kelurahan Tilihuwa sebagai Kampung Zakat harus dimanfaatkan lebih jauh sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“Kampung Zakat jangan kita maknai hanya sebagai tempat penyaluran bantuan. Lebih dari itu, Kampung Zakat harus kita bangun menjadi pusat kepedulian, pemberdayaan, dan kemandirian masyarakat,” ujar Sofyan.
Ia mengatakan, zakat harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan. Selain membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, zakat diharapkan dapat mendorong produktivitas, membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi.
“Zakat harus kita lihat bukan hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan umat dan kekuatan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
50 Pengrajin Krepek Terima Bantuan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Gorontalo bersama BAZNAS Kabupaten Gorontalo juga melaunching produk kerajinan krepek sekaligus menyerahkan bantuan UMKM kepada 50 pengrajin.
Sofyan meminta bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara produktif. Ia juga mendorong para pengrajin memperhatikan kualitas produk, kebersihan, kemasan dan inovasi, sekaligus memperluas pemasaran.
“Saya berharap kerajinan krepek ke depan bukan hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi dapat menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Gorontalo yang memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” katanya.
Menurut Sofyan, pemberian bantuan harus diikuti pendampingan berkelanjutan. Pendampingan itu mencakup peningkatan kualitas produksi, legalitas usaha, pengemasan, strategi pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital.
“Kita ingin 50 orang yang menerima bantuan hari ini bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ke depan menjadi pelaku UMKM yang mandiri, produktif, berkembang, dan berhasil,” ungkapnya.
Bantuan Sembako dan Kemanusiaan
Selain bantuan UMKM, BAZNAS Kabupaten Gorontalo juga menyalurkan bantuan sembako kepada 50 penerima manfaat.
Sofyan menilai bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban keluarga penerima. Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS terus meningkat.
“Semakin besar zakat yang terhimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat kita hadirkan untuk masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, bantuan kemanusiaan juga diberikan kepada empat warga yang terdampak musibah kebakaran dan angin puting beliung.
Sofyan menyampaikan keprihatinan kepada para korban dan berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali bangkit.
“Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, namun kita berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan memberikan kekuatan bagi para korban untuk kembali bangkit,” tutur Sofyan.
Ia mengajak para penerima manfaat menggunakan bantuan dengan sebaik-baiknya serta tetap berusaha menghadapi kondisi yang mereka alami.
“Jangan pernah kehilangan semangat untuk berusaha dan berdoa. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat untuk terus berusaha, bangkit, dan secara bertahap mencapai kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sofyan berharap seluruh program tersebut tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi mampu memperkuat kepedulian sosial, mengembangkan usaha masyarakat dan mendorong terwujudnya masyarakat Kabupaten Gorontalo yang lebih mandiri dan sejahtera.













Komentar