Gorontalo – Upaya memperkuat masa depan transportasi daerah tak hanya dilakukan lewat pembangunan jalan dan sarana fisik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo kini menaruh fokus besar pada investasi sumber daya manusia, ditandai dengan perpanjangan kerja sama pendidikan transportasi yang digagas langsung oleh Bupati Sofyan Puhi.
Langkah strategis itu diwujudkan melalui penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) di Bekasi, Rabu (25/02/2026). Kesepakatan tersebut menjadi kelanjutan kemitraan yang telah terjalin selama lima tahun terakhir.
Perpanjangan kerja sama ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah daerah dalam mencetak tenaga profesional transportasi yang siap menghadapi tantangan modernisasi sistem mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
“Kerja sama ini adalah investasi jangka panjang. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusianya,” kata Sofyan usai penandatanganan.
Menurut Sofyan, keberhasilan pembangunan transportasi tidak bisa hanya bergantung pada fisik jalan dan fasilitas, tetapi juga pada kualitas SDM yang mengelola sistem tersebut. Ia menilai, tenaga teknis yang memiliki kompetensi modern akan menjadi penentu keberhasilan penataan transportasi di masa depan.
“SDM unggul adalah kunci kemajuan transportasi. Kami berharap lulusan STTD dapat menjadi motor penggerak sistem transportasi yang tertata, profesional, dan berorientasi keselamatan di daerah,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo, Irawaty Usman, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik.
Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat 15 alumni STTD yang telah berstatus aparatur sipil negara dan bertugas di berbagai unit kerja transportasi di daerah. Selain itu, delapan putra daerah lainnya masih menjalani pendidikan di kampus tersebut.
“Para alumni ini sangat membantu, terutama dalam manajemen lalu lintas, pengujian kendaraan bermotor, keselamatan jalan, serta perencanaan transportasi wilayah,” jelas Irawaty.
Ia menambahkan, kontribusi mereka turut meningkatkan standar pelayanan dan memperkuat tata kelola sistem transportasi yang lebih profesional dan modern.
Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat program kerja sama ini telah mencapai 23 orang dan diperkirakan akan terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.
Pemerintah daerah menegaskan, program beasiswa ikatan dinas tersebut akan terus menjadi prioritas sebagai fondasi pembangunan transportasi yang aman, terintegrasi, dan berdaya saing.
“Ke depan, kami ingin transportasi daerah semakin tertata dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi. Semua itu dimulai dari SDM yang berkualitas,” tutupnya.













Komentar