Wacana Serangga jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Irma Suryani Siap Kritik Dadan Hindayana

Headlines, Nasional1269 Dilihat

paripurna.co.id Jakarta – Wacana Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, untuk menjadikan serangga termasuk belalang dan ulat sagu dalam program Makan Bergizi Gratis, menuai sorotan.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Irma Suryani Chaniago, menjadi salah satu pihak yang mengkritisi wacana tersebut.

“Duh kenapa bikin pro kontra sih. Urusan variasi menu, nilai gizi, rasa, dan kualitas belum beres, sudah ngomongin serangga,” kata Irma dilansir dari Sindonews.com, Selasa (28/01/2025).

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengungkapkan rencananya untuk menyampaikan kritik langsung kepada Dadan Hindayana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IX DPR dan Badan Gizi Nasional.

Menurut Irma, wacana tersebut justru berpotensi menimbulkan kegaduhan.

“Besok kalau RDP dengan Komisi 9 saya akan tegur beliau. Jika masih ada makanan bergizi lainnya ngapain pakai menu serangga. Yang begini ini bikin gaduh. Nggak bijak,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa serangga termasuk ulat dan belalang dapat menjadi sumber protein yang layak dikonsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis.

“Mungkin saja ada satu daerah yang suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” ujar Dadan saat menghadiri Rapimnas PIRA Gerindra di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/01/2025).

Dadan menjelaskan, penggunaan serangga dalam menu Makan Bergizi Gratis akan disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat yang terbiasa mengonsumsinya.

“Itu contoh bahwa Badan Gizi ini tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi,” kata Dadan.

“isi protein di berbagai daerah itu sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Jangan diartikan lain ya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, ketersediaan pangan di wilayah tujuan Makan Bergizi Gratis akan memengaruhi jenis sumber protein yang tersedia.

“Karena kalau di daerah yang banyak telur, ya telurlah mungkin mayoritas. Yang banyak ikan, ikanlah yang mayoritas, seperti itu,” terang Dadan.

Sebagai contoh, Dadan menyebutkan bahwa di Halmahera Barat, masyarakat biasanya mengonsumsi singkong dan pisang rebus sebagai sumber karbohidrat.

Menurutnya, ini adalah contoh keragaman pangan yang dapat diakomodasi dalam program Makan Bergizi Gratis.

“Karena Badan Gizi Nasional tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi,” tutupnya.

Komentar