Gorontalo – Tokoh masyarakat Kecamatan Tolinggula, Alfian Pomalingo, mengajak warga Tolinggula dan Biau untuk menerima dengan lapang dada hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, di mana calon berasal dari wilayah tersebut tidak menjadi bupati maupun wakil bupati terpilih Gorontalo Utara, meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Pernyataan tersebut disampaikan Alfian dalam orasinya pada kampanye dialogis yang berlangsung di Lapangan Rajawali, Tolinggula, Selasa (15/04/2025).
“Saya berharap kepada masyarakat Tolinggula dan Biau yang hadir di sini agar tidak merasa malu. Kita harus legowo menerima kenyataan bahwa calon dari Tolinggula dan Biau belum mendapat amanah dari rakyat Gorontalo Utara untuk menjadi bupati atau wakil bupati terpilih pada Pilkada kemarin,” ujar Alfian.
Alfian menambahkan bahwa upaya untuk mengusung calon dari kedua kecamatan tersebut sudah maksimal, namun keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat Gorontalo Utara secara keseluruhan yang lebih memilih Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1, Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey.
“Cukup sudah perjuangan kita. Tapi kita juga harus sadar bahwa Kabupaten Gorontalo Utara terdiri dari 11 kecamatan, bukan hanya Tolinggula dan Biau. Pada 27 November lalu, rakyat telah memberikan mandat kepada Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey sebagai bupati dan wakil bupati terpilih,” jelasnya.
Untuk itu, Alfian mengajak masyarakat Tolinggula dan Biau agar bersama-sama mendukung dan memenangkan Paslon yang dikenal dengan jargon Romantis (Roni-Ramdhan Optimis) itu pada PSU yang dijadwalkan tanggal 9 April mendatang demi sama-sama memperbaiki Gorontalo Utara.
“Marilah kita bersama-sama menangkan Romantis di PSU nanti, karena mereka sudah terbukti mendapat kepercayaan rakyat pada Pilkada kemarin. Mari sama-sama kita ulangi kemenangan ini di PSU, demi sama-sama kase bae Gorut (perbaiki Gorut),” pungkasnya.








Komentar