Gorontalo – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Gorontalo B telah menyelesaikan kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2024-2025.
Reses tersebut dilaksanakan sejak 23 Juni hingga 3 Juli 2025 dan diikuti oleh enam anggota DPRD, yakni Sun Biki, Venny Anwar, Manaf Hamzah, Umar Karim, Usman Rajak, dan Syarifudin Bano.
Ketua Tim Reses, Sun Biki, menjelaskan bahwa kegiatan reses difokuskan pada penyerapan aspirasi masyarakat dan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur di sejumlah desa.
“Kami dari Tim Reses Gorontalo IV atau Gorontalo B hari ini melakukan kunjungan kedua di Desa Tamaila, Kecamatan Tolangohula. Sebelumnya, kami telah meninjau Jembatan Merah Putih di Desa Buhu, Kecamatan Tibawa,” ungkap Sun Biki, Kamis (03/07/2025) kemarin.
Sun Biki mengatakan, kondisi Jembatan Merah Putih yang sebelumnya ditangani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, kini memerlukan perhatian serius karena masuk dalam kewenangan kabupaten.
“Bersama Pak Umar Karim, kita sudah menyepakati akan ada penggantian bagian jembatan, termasuk pemasangan kayu sekitar 4 kubik yang biayanya ditaksir mencapai Rp 28 juta. Ada juga peningkatan ereksi serta perbaikan oprit. Dari hasil komunikasi kami, estimasi anggaran berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta,” jelasnya.
Sun Biki menambahkan, jika tidak bisa ditangani melalui bantuan keuangan kabupaten, maka solusi alternatif adalah melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
“Jika masing-masing dari kami menyumbangkan Rp 25 juta saja, dari enam anggota sudah terkumpul Rp 150 juta. Saya juga sudah titip pesan kepada Ibu Venny dan Pak Haji agar perjuangan ini bisa dibawa ke Badan Anggaran untuk masuk dalam APBD Perubahan,” terangnya.
Selain Jembatan Merah Putih, Sun Biki juga memaparkan hasil peninjauan di Sungai Molamahu, Kecamatan Pulubala. Menurutnya, sungai ini membutuhkan penanganan teknis jangka panjang.
“Kemarin kami juga mengunjungi Sungai Molamahu. Saya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk Detail Engineering Design (DED) dan Rp 200 juta dari pokir tahun anggaran 2026 untuk penanganan awal. Namun, dari hasil perhitungan DED, penanganannya membutuhkan biaya sekitar Rp 4 miliar,” ujarnya.
Di lokasi lain, tim reses juga meninjau kondisi jalan Talumopatu, Kecamatan Boliyohuto, yang menurut Sun Biki, sudah diperjuangkan warga selama 27 tahun.
“Ini merupakan aspirasi dari Ibu Venny. Jalan Talumopatu sudah puluhan tahun rusak parah. Alhamdulillah, minggu lalu kami sudah membawa proposal ke Jakarta. Insya Allah, ruas jalan tersebut akan mendapatkan anggaran sekitar Rp 25 miliar melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang Jalan Daerah. Salah satu ruas yang akan dibiayai adalah Noni Hunggu-Sidodadi,” tambahnya.
Sementara itu, kata Sun Biki, anggota DPRD Usman Rajak menyampaikan aspirasi warga Tamaila mengenai kondisi sungai yang kerap meluap dan menyebabkan banjir.
“Di Tamaila, kita meninjau sungai yang perlu dilakukan pengerukan sedimentasi atau bahkan pembangunan tanggul. Tim dari Balai Sungai akan kembali turun untuk meninjau langsung dalam satu atau dua hari ke depan. Jika diperlukan, kami siap mengalokasikan dana pokir untuk pembuatan DED. Nantinya untuk pembangunan fisik, dari pihak Balai Sungai,” pungkasnya.









Komentar