Gorontalo – Seorang warga bernama Inal Lamola, yang mengaku berasal dari Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, menanggapi insiden diamankannya lima orang yang diduga berasal dari luar wilayah Gorontalo Utara oleh warga Desa Pinontoyonga, Kecamatan Atinggola, pada Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 01.15 WITA.
Diketahui, lima orang tersebut diamankan karena diduga mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan mengarahkan pilihan masyarakat kepada salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gorontalo Utara.
Kepada
, Inal mengungkapkan bahwa salah satu dari lima terduga itu adalah ayahnya, yang berinisial AL. Ia juga membenarkan bahwa mobil yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan milik ayahnya.
“Ini saya anaknya. Istrinya orang Isimu (Tibawa), nama suaminya Arman Lamola. Ada oto (mobil) di situ pak, dengan baju yang dia pakai kemarin. (Itu mobil) saya pe papa punya (milik ayah saya) pak,” ujar Inal melalui pesan Messenger.
Inal juga mengaku bahwa dirinya hanya mengenal ayahnya dalam kelompok tersebut, sementara empat orang terduga lainnya tidak dikenalnya.
“Saya juga baru liat itu temannya (empat orang) pak, saya tidak tahu kalau dorang (mereka) orang mana,” katanya.
Lebih lanjut, Inal pun menyatakan, dengan adanya kejadian itu keluarganya merasa terpukul. Menurutnya, ayahnya hanya bekerja dalam menjalankan aksi tersebut.
“Napa depe anak dengan istri so menangis di rumah, dorang (mereka) tidak tahu dorang mocari di mana. Dorang tahu (AL) hanya ada mencari (bekerja), kong so dapa tangkap,” pungkasnya.







Komentar