AMMPD Dukung Pemkab Gorontalo Bongkar Air Mancur Menuju Pakaya Tower

paripurna.co.id Gorontalo – Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Daerah (AMMPD) Provinsi Gorontalo menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo yang mulai melakukan penataan ruas Jalan Taman Budaya menuju kawasan Pakaya Tower.

Penataan tersebut diawali dengan pembongkaran fasilitas air mancur yang berada di sepanjang jalan antara Rumah Dinas Bupati Gorontalo hingga area Pakaya Tower.

Koordinator AMMPD, Rahmat Mamonto, menilai kebijakan Pemkab Gorontalo itu merupakan langkah tepat untuk mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya.

“Terkait pembongkaran air mancur di bawah menara, harusnya ini kita support, kita dukung bersama,” ujar Rahmat kepada Paripurna, Senin (27/10/2025).

Menurut Rahmat, keberadaan air mancur tersebut selama ini tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat maupun daerah. Selain itu, biaya operasional untuk listrik dan perawatan juga dinilai cukup tinggi.

“Air mancurnya tidak terlalu penting. Apalagi sudah tidak berfungsi dengan baik. Kalau tidak salah, biaya listrik dan pemeliharaannya bisa mencapai hampir Rp20 juta per bulan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, daripada mempertahankan fasilitas yang jarang dimanfaatkan, pemerintah lebih baik memulihkan fungsi jalan demi kelancaran aktivitas publik.

“Kalau dibandingkan dengan pendapatan, pengeluarannya jauh lebih besar. Jadi langkah pemerintah untuk memulihkan jalan ini sudah sangat tepat dan patut didukung,” tandasnya.

Senada dengan itu, aktivis AMMPD lainnya, Alex Maga, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai, jika fasilitas air mancur tersebut memang dianggap sebagai kebanggaan di masa pemerintahan sebelumnya, seharusnya disertai dengan anggaran pemeliharaan rutin.

“Kalau itu dibangun oleh pemerintah sebelumnya dan dianggap kebanggaan, seharusnya di masa itu juga dianggarkan biaya pemeliharaan, termasuk listriknya,” kata Alex.

Namun, lanjut dia, pada kenyataannya air mancur tersebut tidak berfungsi optimal hingga berakhirnya masa jabatan Bupati sebelumnya.

“Sampai akhir masa pemerintahan Bupati sebelumnya, air mancur itu hampir tidak berfungsi dan tidak ada anggaran pemeliharaan. Jadi bagaimana bisa disebut kebanggaan?” tegasnya.

Alex juga mengusulkan agar trotoar atau lahan bekas fasilitas air mancur itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat, seperti pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Saya setuju jika trotoar jalannya bisa dimanfaatkan lebih baik, misalnya untuk UMKM. Selama ini area itu sepi, tidak termanfaatkan, bahkan orang menyebutnya seperti kuburan karena tak terurus,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia meyakini, keputusan Pemkab Gorontalo untuk melakukan penataan kawasan tersebut sudah melalui kajian dan pertimbangan matang, terutama dari segi fungsi dan manfaat jangka panjang.

“Kami yakin langkah pemerintah ini sudah dipikirkan secara matang. Selain mengembalikan fungsi jalan, kawasan sekitarnya bisa dikembangkan untuk kegiatan ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Komentar