Dari Bronjong ke Lampu Jalan, Usman Rajak Dengar Keluh Kesah Warga Potanga

paripurna.co.id Gorontalo – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Usman Tahir Rajak, menggelar reses masa persidangan pertama tahun 2025-2026 di Desa Potanga, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan penerangan jalan.

Dalam dialog bersama warga, seorang masyarakat menyampaikan keluhannya terkait pembangunan bronjong di perbatasan Dusun Longgi dan Dusun Mekar Jaya yang tak kunjung terealisasi.

“Bronjong yang ada di perbatasan Dusun Longgi dan Dusun Mekar Jaya itu dari dulu sering dikunjungi oleh pihak Balai Sungai dan Dinas PU, tapi hanya dikunjungi saja,” ujar warga tersebut.

Ia menuturkan bahwa masyarakat telah beberapa kali melayangkan proposal baik ke DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten, namun belum juga mendapat kejelasan terkait realisasi pembangunan bronjong tersebut.

“Kami juga sudah beberapa kali melayangkan proposal ke DPRD provinsi maupun kabupaten agar bronjong ini bisa terealisasi. Saya juga sempat dapat informasi dari kepala desa bahwa tahun ini bronjong itu akan direalisasikan. Tapi sekarang sudah bulan Oktober, tinggal dua bulan lagi tahun anggaran 2025 berakhir. Kira-kira bulan apa bronjong tersebut akan direalisasikan?” ucapnya penuh harap.

Selain itu, warga juga menyinggung soal lapangan desa yang kondisinya memprihatinkan. Ia menyebut, pada masa pemilihan umum (pemilu) lalu, Usman Tahir Rajak sempat berkeinginan membantu perbaikan lapangan tersebut, namun terkendala situasi politik saat itu.

“Pada pemilu kemarin, Pak Haji Usman sempat ingin membantu untuk perbaikan lapangan, tapi karena waktu itu ada aturan supaya tidak dianggap money politic, jadi tertunda. Kami memohon kiranya Pak Haji bisa merealisasikan perbaikan lapangan itu tahun ini atau tahun depan,” lanjutnya.

Aspirasi lainnya juga datang dari warga yang mengharapkan pemasangan lampu tenaga surya di wilayah mereka. Pasalnya, sebagian besar jalan di desa tersebut gelap gulita saat malam hari.

“Jalan-jalan di sini kalau malam sangat gelap. Kami berharap Pak Haji bisa bantu memberikan lampu tenaga surya,” kata warga lainnya.

Menanggapi hal itu, Usman Tahir Rajak menyampaikan apresiasi atas masukan dan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan warga akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta mekanisme penganggaran di tingkat provinsi.

“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami tampung dan bahas bersama pihak terkait. Soal bronjong, lapangan, maupun lampu tenaga surya, tentu akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan, meski tentu perlu melihat kemampuan anggaran dan prioritas program di tahun berjalan,” ujar Usman.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, kegiatan reses merupakan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional bagi anggota DPRD untuk menyerap serta memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Reses ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah bagi kami untuk mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Insya Allah, aspirasi warga Potanga akan menjadi perhatian kami di DPRD Provinsi Gorontalo,” tutupnya.

Komentar

News Feed