Gorontalo – Upaya peningkatan kualitas jaringan irigasi di kawasan D.I. Pilohayanga kembali mendapat perhatian serius dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo. Pada Minggu (07/12/2025), ketua dan anggota komisi melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan progres pengerjaan saluran irigasi berjalan sesuai target penyelesaian.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap berbagai program strategis yang dikerjakan Balai Sungai. Dalam pengecekan ini, Komisi III ingin memastikan bahwa seluruh pekerjaan dapat tuntas sebelum batas waktu kontrak yang ditetapkan.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menegaskan pentingnya pengawasan langsung agar rentang waktu pekerjaan tidak meleset dari jadwal.
“Kami perlu memastikan bahwa setiap proyek yang ditangani Balai Sungai benar-benar mengikuti timeline yang sudah disepakati. Karena itu, kami turun langsung untuk mengecek kondisi di lapangan,” ujarnya.
Di lokasi, pihak penyedia pekerjaan dari PT Brantas Abipraya menyampaikan bahwa pihaknya optimistis penyelesaian proyek dapat dirampungkan tepat waktu. Optimisme tersebut didukung dengan penerapan teknologi terbaru dalam penguatan saluran irigasi.
Perwakilan Balai Sungai menjelaskan bahwa proyek ini menggunakan teknologi Geosynthetic Cementitious Composite Mat System (GCCMS), yakni komposit berbentuk lembaran menyerupai karpet dengan ketebalan sekitar satu sentimeter.
“Lembaran material itu digelar mengikuti alur saluran, kemudian disambung hingga menyatu membentuk lapisan yang utuh. Proses pengerasannya cukup dengan air, dan kekuatan material ini jauh lebih baik dibandingkan metode plester biasa,” jelasnya.
Teknologi GCCMS sebelumnya telah diterapkan di beberapa daerah seperti Lampung dan Papua, dan kini mulai digunakan di Gorontalo untuk mempercepat proses pemasangan sekaligus meningkatkan ketahanan konstruksi irigasi.
Ketua Komisi III, Espin Tulie, menyampaikan apresiasi atas penggunaan teknologi modern dalam pekerjaan tersebut. Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus melakukan pemantauan hingga proyek benar-benar tuntas.
“Kami akan kembali turun untuk melihat hasil akhir, memastikan kualitas konstruksinya, dan memastikan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui peninjauan ini, DPRD berharap peningkatan infrastruktur irigasi di D.I. Pilohayanga mampu mendukung kebutuhan air pertanian serta meningkatkan produktivitas petani di wilayah tersebut.







Komentar