Gorontalo – Di saat sejumlah ruangan tampak lengang dan aktivitas kedewanan tak seramai biasanya, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo justru terlihat tetap berkantor dan menggelar rapat maraton, Rabu (04/03/2026). Pemandangan kontras ini menjadi sorotan setelah sekitar 20 wartawan mendatangi kantor DPRD untuk meliput agenda pembahasan kerja sama media.
Setibanya di gedung wakil rakyat tersebut, para pewarta tidak menemukan aktivitas komisi secara menyeluruh. Hanya Komisi I yang terlihat berada di tempat, sementara Komisi II, III, dan IV tidak tampak berkegiatan di kantor pada siang itu.
Berdasarkan pantauan, Komisi I yang membidangi pemerintahan dan hukum tetap menjalankan agenda kerja sejak siang hari. Sekitar pukul 13.00 WITA, komisi tersebut menggelar rapat bersama Sekretaris DPRD dan jajaran sekretariat untuk membahas sejumlah agenda internal.
Agenda kemudian berlanjut pada pukul 14.30 WITA dengan rapat bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo sebagai mitra kerja. Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 15.30 WITA itu membahas isu-isu strategis, di antaranya pelayanan informasi publik dan tata kelola komunikasi pemerintahan daerah.
Kehadiran penuh Komisi I di kantor pada pertengahan pekan itu menjadi pembeda dibanding pola kerja pada periode-periode sebelumnya. Pada masa lalu, aktivitas kedewanan kerap didominasi perjalanan dinas, terutama mulai pertengahan pekan. Tidak sedikit anggota yang telah bertolak ke luar daerah sejak Selasa dengan menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).
Frekuensi perjalanan dinas yang tinggi turut berdampak pada penggunaan anggaran. Pada 2025, tercatat ada anggota DPRD yang menggunakan SPPD hingga 35 kali dalam setahun. Intensitas tersebut dinilai berpotensi meningkatkan belanja perjalanan dinas dan memberi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Di tengah sorotan terhadap efektivitas dan efisiensi perjalanan dinas, langkah Komisi I yang tetap berkantor dan menggelar rapat internal maupun bersama organisasi perangkat daerah menjadi perhatian tersendiri. Tanpa melakukan perjalanan ke luar daerah, komisi tersebut tetap menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan pembahasan program kerja.
Situasi yang terekam pada Rabu siang itu memperlihatkan perbedaan pendekatan kerja antar-komisi di lingkungan DPRD Provinsi Gorontalo. Ketika sebagian anggota tidak terlihat berkegiatan di kantor, Komisi I memilih tetap berada di daerah, menerima mitra kerja, dan melaksanakan agenda rapat.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa agenda kedewanan dapat tetap berjalan optimal tanpa selalu bergantung pada perjalanan dinas, sepanjang fungsi dan tanggung jawab dijalankan secara konsisten di daerah.







Komentar