Gorontalo – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyoroti persoalan menurunnya jumlah peserta didik di SMK Negeri 1 Mananggu, Kabupaten Boalemo, yang kini hanya berjumlah 84 siswa. Kondisi ini dinilai memprihatinkan mengingat sekolah tersebut memiliki fasilitas memadai dan tenaga pengajar yang kompeten.
Anggota Komisi IV, Gustam Ismail, mengungkapkan kekhawatirannya usai kunjungan kerja dan dialog bersama pihak sekolah. Menurutnya, rendahnya animo masyarakat setempat menjadi tantangan serius bagi kelangsungan lembaga pendidikan kejuruan tersebut.
“Fasilitas sekolah sangat baik dan guru-guru juga berkualitas. Tapi minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sini sangat rendah. Ini ironis,” ujar Gustam, Kamis (08/05/2025).
Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, dua faktor utama yang memicu rendahnya partisipasi siswa adalah sulitnya akses transportasi serta persepsi masyarakat pesisir yang menganggap pendidikan belum menjadi kebutuhan utama, terutama bagi anak-anak yang diarahkan menjadi nelayan.
“Pandangan seperti ini perlu diluruskan. Nelayan zaman sekarang butuh ilmu dari teknologi tangkap hingga pengelolaan hasil laut. Pendidikan adalah bekal masa depan, bukan beban,” kata Gustam.
Komisi IV berencana membahas masalah ini bersama Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo dalam waktu dekat. Beberapa solusi yang akan didorong mencakup penyediaan akses transportasi, program penyuluhan ke masyarakat, serta peningkatan promosi sekolah ke jenjang SMP.
“Kami akan kawal ini agar SMK Negeri 1 Mananggu tidak kehilangan eksistensinya. Butuh sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat,” tutupnya.













Komentar